10 Tahun Tidak Beroperasi dan Kini Di Makan Si Jago Merah

15109519_713054895511746_4654790894998708051_nBATAM, – Pemerintah Kota Batam kini tengah menggesa pemanfaatan ulang Pasar Induk di Kawasan Jodoh. Pengelolaan nanti bisa kerjasama dengan pihak swasta dibawah pengawasan Pemko Batam dan BP Batam.

” Kalau itu sudah ditandatangani (kerjasama dengan BP Batam), maka kita pelan-pelan inventarisir PKL tanpa terkecuali, kita bawa kesana,”ujar Walikota Batam Rudi, Selasa (29/3/2016).

Bila pasar itu kembali diaktifkan, diakui tahap awal tidak akan mendapatakan profit. Namun itu perlu dilakukan untuk menata para Pedagang Kaki Lima (PKL) khususnya di kawasan Jodoh dan Nagoya.

Aset yang kini ada di Pasar Induk berada di BP Batam. Namun dalam regulasi yang ada, pasar tradisonal harus dikelola pemerintah daerah. Karena itu, lanjut Rudi hal semacam ini bisa saja dikerjasamakan dengan dua instansi.

“Asetnyakan yang punya ada Pemko dan BP. Kita dudukkan sama-sama. leading-nya siapa saja. Boleh dia (BP Batam) boleh kita (Pemko Batam). Kalau di undang-undang, pasar tradisional ada di pemerintah daerah,”katanya.

Untuk diketahui, Pasar Induk Jodoh sudah lama mangkrak. Gedung dua lantai yang dimiliki tampak sudah hancur. Pasar tersebut sudah sekitar 10 tahun tidak beroperasi dan kini, puluhan kios yang ada hanya dimanfaatkan segelintir warga.

BAGIKAN