Silletnews.com, Sawahlunto – Ketua Kamar Dagang dan Industri ( Kadin) Kota Sawahlunto Alkautsar berbincang – bincang dengan Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti di Kediaman Dinas Wakil Walikota di Lubang Panjang Sawahlunto, (19/3).

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 Tentang Kamar Dagang Dan Industri menjelaskan fungsi dan peran strategis Kadin menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi pengusaha lokal dalam membangun perekonomi nasional, melalui ekonomi kerakyatan yang sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto.

“Kadin berfungsi sebagai organisasi khusus dan legal mewadahi pelaku usaha di Indonesia, khususnya di Sawahlunto membuat masyarakat juga perlu memahami keterlibatan Kadin sebagai aktor utama perdagangan dan industri di level daerah,” ujar Alkautsar Akbar.

Dikatakan Alkaustsar Akbar, dalam perekonomian memang diperlukan kerja sama pada level daerah dengan partner dagang dari daerah lainnya. Ini sebagai upaya mengatasi hambatan-hambatan dalam perdagangan. Sehingga mendorong transaksi ekonomi di daerah, yang secara tidak langsung berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.

Kepada Wawako, Alkautsar Akbar melaporkan kegiatan yang telah dilakukan KADIN diantaranya menjembatani pertemuan Asosiasi Jasa Konstruksi atau Penyedia Barang dan Jasa di Kota Sawahlunto dengan pihak eksekutif dan legislatif.

Disamping itu, Kadin juga tengah berupaya mendorong industri rumah tangga seperti industri kerajinan sepatu di Kayu Gadang, pengolahan makanan tradisional seperti bumbu Pical di Sawahlunto dan Kerupuk Ubi di Kubang ataupun rendang dalam kemasan dapat menjadi produk unggulan di Kota Sawahlunto.

“Kadin berharap Pemko Sawahlunto memberi ruang yang lebar pada sektor industri kreatif dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), ” jelas Alkautsar Akbar.

Wakil Walikota Sawahlunto Zohirin Sayuti menyambut baik peran serta Kadin dalam menjembatani pelaku usaha dengan pemerintah . Menurut Wawako saatnya KADIN berperan dalam upaya meningkatkan peranan pentingnya dalam menghidupkan perekonomian di Kota Sawahlunto.

Program peningkatan Industri rumah tangga tersebut nantinya menurut Wawako akan disinergikan dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Masyarakat yang berminat untuk memproduksi sepatu, souvenir dan makanan kemasan akan dididik dan dilatih untuk menjadi pengusaha tangguh yang punya daya saing.

“Di Balai Latihan Kerja ( BLK) nantinya masyarakat diberikan keterampilan, dan kemampuan untuk melakukan kerja sendiri sehingga produktif,” ujar Wawako.

Dikatakan Wawako, sistem ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada rakyat.

Kadin diminta menjajaki sektor permodalan usaha rakyat Sawahlunto melalui program CSR PT BA. Menurut Wawako, program pinjaman kredit dengan bunga 3 persen itu lebih mudah dalam persyaratannya.

“Pinjaman kredit dengan agunan sertifikat tanah menjadi hal kontradiktif sebab tanah – tanah di Sawahlunto dikuasai oleh IUP PT BA UPO. Kita berharap Kadin dapat menjadi mediator antara PT BA dengan pelaku usaha yang ada di Kota Sawahlunto,” pungkas Wawako. (SN.Anton)

BAGIKAN