Dewan Mahasiswa Gelar Acara Bertemakan Pancasila 

Silletnews.com, Batam – Dewan Mahasiswa (DEMA) meggelar kegiatan dialog tentang keagamaan, pada hari Jum’at (22/12/2017) malam, bertemakan “ Pancasila Sebagai Pedoman Ormas Keagamaan”. Acara ini digelar di Aula Kampus Ibnu Sina Batam, Lubuk Baja, Minggu (24/12/2017).

Turut hadir diantaranya, Dr. H Erizal Abdullah SH. MH, Kepala Kemenag Batam, M Efendy Asmawi Katua MUI Batam, Agus Suyanto Spi. MT Kabid Bina Ideologi & Wasbang Kesbangpol Batam, Fitri Yanti S.Pd M.Pd M.Si, serta Kepala STAI Ibnu Sina Batam Dr.Sumianti S.Sos. MM. M.PD.

Erizal Abdullah SH. MH, dalam paparannya mengatakan, Agama harus dijadikan pondasi utama dalam suatu negara, dan agama Islam juga merupakan sistem peribadatan antara makhluk dengan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga hal tersebut menjadi lengkap dan sempurna.

“Islam merupakan pondasi utama dalam peradaban yang sempurna,” kata Erizal.

Lanjutnya, agama juga meresap dalam kehidupan bermasyarakat, ketatanegaraan, pemerintah, dan perundang-undangan. Sehingga, dasar ideologi pancasila sebagai dasar negara.

Ditempat yang sama Fitri Yanti menyampaikan, Pancasila seolah telah hilang dari memori bangsa, dan jarang di ucapkan maupun dikutip dan dibahas dalam kontek kehidupan ketatanegaraan dan kebangsaan serta  kemasyarakatan.

“Pancasila merupakan lorong sunyi di tengah denyut kehidupan berbangsa dalam berdemokrasi,” ujar Fitri.

Dikesempatan itu juga, Ketua MUI Batam, M Efendi Asnawi berpendapat, bahwa Negara Pancasila pada hakekatnya adalah negara kebangsaan yang Berketuhanan Yang Maha Esa dan memiliki dasar ideologi pancasila, bukan negara sekuler untuk memisahkan antara agama dan negara.

“Negara bukan negara yang berdasarkan atas agama tertentu,” ungkap Efendi

Hasan Beda Ketua Umum Himpunan Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) Ibnu Sina Batam juga berpendapat kalau memang “murni” mau berbuat baik dan mencari amal ibadah jadilah pemuka agama, seperti ulama, pendeta dll, dengan mengajarkan kitab dan meneladani apa yang telah di ajarkan oleh Nabi-nya masing-masing dan dilaksanakan di tempat ibadahnya masing-masing.

“Jangan jadikan tempat ibadah sebagai panggung politik,” ucap Hasan

Alasannya, karena masing-masing kitab yang berisi suatu keyakinan beragama dan pengajarannya, hal itu  semuanya bertujuan sebagai alat kedamaian di muka bumi. (SN.Arf).

BAGIKAN