Hendak Jual Saham, Tesla Usut Kasus Autopilot Model S

The Securities and Exchange Commission (SEC) tengah menyelidiki kecelakaan mobil yang melibatkan Tesla Model S yang menewaskan pengemudi. Hasilnya akan dilaporkan kepada para investor.

Diduga autopilot Tesla Model S tidak berfungsi sehingga menabrak truk. Penyelidikan oleh SEC ini tidak dapat menyebabkan tindakan penegakan hukum oleh regulator, dan hasil penyelidikan SEC nantinya dijadikan dasar untuk pengajuan surat berharga kepada pihak korban.

Berbeda dengan penyelidikan yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang sebelumnya sudah dilaporkan pabrikan mobil Amerika.  Seorang juru bicara Tesla telah menanggapi laporan tersebut dan mengatakan, bahwa kecelakaan itu tidak perlu diungkapkan kepada investor.

Saat ini Tesla sedang berencana menjual sahamnya senilai USD2 miliar (sekitar Rp28 triliun). Ahli Securities percaya bahwa tidak ada standar baku yang jelas, yang mengharuskan Tesla untuk melaporkan kecelakaan ini kepada pihak investor.

Seperti mobil umum lainnya yang tidak perlu melaporkan hasil penyelidikan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian. Mengikuti laporan yang berkembang di publik, kasus ini tidak membuat saham Tesla turun atau jatuh.

(UDA)

BAGIKAN