Jeda Kemanusiaan 48 Jam, Rusia Siap Kawal Bantuan Masuk Suriah

MOSKOW – Perang Suriah yang telah memakan ribuan korban jiwa belum juga usai hingga saat ini. Perkembangan terakhir menunujukkan pihak yang bertikai sepakat untuk mengadakan jeda kemanusiaan selama 48 jam pada pekan depan. Merespons hal ini, Rusia mengaku siap mengawal bantuan kemanusiaan yang akan diberikan untuk warga Suriah di Aleppo.

Rusia juga mengaku siap membantu menghentikan peperangan dalam rentan waktu 48 jam tersebut di Aleppo. Jeda kemanusiaan dengan waktu 48 jam ini berhasil disepakati setelah PBB menghimbau agar waktu diperluas (dari tiga jam), sehingga bantuan dapat memasuki Kota Aleppo.

“Kementerian Pertahanan Rusia siap mendukung rencana yang diajukan utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, yang terkait dengan waktu jeda kemanusiaan selama 48 jam (di Aleppo),” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, sebagaimana dilansir Alaraby, Jumat (19/8/2016).

“Kami siap melaksanakan jeda kemanusiaan selama 48 jam untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Aleppo. Ini sebagai sebagai sebuah pilot projek yang akan dilaksanakan pada pekan depan untuk memastikan pengiriman kargo aman bagi warga sipil di Kota Aleppo,” tambahnya.

“Tanggal dan waktu pasti akan ditentukan setelah informasi mengenai kesiapan konvoi kemanusiaan diterima dari PBB, serta konfirmasi jaminan keselamatan dari mitra-mitra Amerika,” katanya.

Rusia pada pekan lalu sempat mendeklarasikan jeda kemanusiaan hanya dalam waktu tiga jam di Suriah. Tapi, rencana tersebut dikecam PBB karena dengan waktu yang terlampau singkat, dianggap tidak mungkin membantu warga Suriah.

Karena itu, Mistura menghimbau agar dilakukakn jeda kemanusiaan selama 48 jam atau dua hari penuh. Mistura beralasan bahwa logistik dan jalanan yang rusak membuat akses ke tempat tersebut menjadi tidak mungkin dalam waktu tiga jam. Hal ini hanya akan membahayakan para sukarelawan.

AM/okezone/(FIK)

BAGIKAN