Kekesalan Ahok di Rumah Lembang, semprot tim pemenangan dan warga

aakh1pl
Pendukung tetap antusias berfoto dengan Ahok-Djarot. 2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Rasa kesal tak bisa disembunyikan dari calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berada di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (23/11). Peristiwa itu berawal ketika Ahok menganggap tim pemenangannya menyampaikan informasi yang keliru kepada warga.

Yaitu saat warga atau pendukungnya ingin ramai-ramai menuju panggung untuk berfoto dengan Ahok. Padahal saat itu, antusias warga cukup besar hingga antrian membludak mencapai ratusan orang.

Kegaduhan terjadi saat salah satu pembawa acara mengatakan waktu Ahok hanya sampai pukul 10.30 WIB untuk menyapa warga di Rumah Lembang. Mendengar pengumuman tersebut, Ahok langsung naik pitam dan berbicara keras.

“Panitia jangan lemparkan isu-isu yang seolah-olah saya mau pergi. Bilang saya mau pergi 10.30 WIB, itu salah. Pukul 10.30 itu dimulai untuk sesi foto,” kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, sebenarnya waktunya masih tersisa hingga satu jam lamanya untuk sesi foto-foto. Ahok minta tim pemenangannya untuk menyampaikan informasi yang benar.

Kekesalan Ahok tak terhenti di situ saja. Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua ini juga merasa kesal saat dirinya tengah menyampaikan program pendidikan. Tetapi apa yang terjadi, warga atau pendukungnya di Rumah Lembang malah ribut dan sibuk ngobrol sendiri.

“Ibu-ibu kalau saya lagi ngomong jangan ribut. Saya capek ngimbanginnya. Kan datang ke sini mau dialog,” kata Ahok.

Ahok mengungkapkan, tidak mungkin menandingi teriakan warga yang hadir di Rumah Lembang. Mengingat saat kampanye pun, kata Ahok, dirinya tidak pernah teriak-teriak soal sosialisasi programnya kepada warga.

“Saya enggak biasa kampanye di lapangan teriak-teriak. Jadi kalau saya lagi ngomong semuanya tenang,” tutupnya.

BAGIKAN