Memanas.! Kadisdik Kepri Tolak Cairkan Dana Hibah UMRAH

–, Tanjungpinang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Yatim Mustafa menuding
dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), peruntukannya selama ini tidak jelas. Untuk itu, dia tidak akan memberi rekomendasi pencairan dana hibah tersebut.

“Saya tegaskan tidak akan menandatangani surat rekomendasi yang diharapkan UMRAH. Saya memiliki alasan yang jelas untuk tidak memberi surat rekomendasi tersebut. Dana tersebut tidak jelas peruntukannya,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan Yatim seusai mengikuti penilaian Badan Pemeriksa Keuangan terhadap laporan penggunaan anggaran Pemprov Kepri di Kantor DPRD setempat, Senin (31/5).

Bahkan Yatim siap melepaskan jabatannya kalau dana hibah itu dicairkan. Sementara tanpa surat rekomendasi dari Yatim, dana hibah itu dipastikan tidak dapat dicairkan. “Saya siap lepaskan jabatan jika dana hibah untuk UMRAH dicairkan,” ujarnya.

Yatim kembali menegaskan bahwa dana hibah yang ditunggu-tunggu UMRAH tersebut tidak akan dicairkannya meski gubernur sendiri yang meminta. Dia bersikeras tidak memberi surat rekomendasi untuk pencairan dana hibah, meski pihak UMRAH berupaya agar dana tersebut dicairkan.

Yatim menjelaskan proposal yang dibuat pihak UMRAH juga tidak pernah dikoordinasikan dengan Komisi IV DPRD Kepri dan Forum Dosen UMRAH sehingga layak dipertanyakan peruntukannya.

Menurut dia, dana hibah itu tidak dapat untuk membayar tunjangan dosen atau staf yang berstatus sebagai PNS, karena sudah mendapat gaji dan tunjangan dari pusat.

“Kondisi keuangan daerah yang defisit sehingga sulit membantu operasional UMRAH. Kalau memang pemerintah provinsi ada dana saya tegaskan lebih baik untuk beasiswa bagi mahasiswa daripada mencairkan dana hibah itu,” ujarnya.

Yatim mengatakan sejak UMRAH berdiri (2007) dan kemudian statusnya negeri, Pemerintah Kepri telah menggelontorkan ratusan miliar untuk membantu UMRAH.
“Rp103 miliar untuk pembangunan fisik, Rp50 miliar lebih dalam bentuk uang tunai. Saya rasa UMRAH sudah saatnya mandiri,” katanya. (mb/antara)

BAGIKAN