Misteri Penampakan Tuyul di Kampung Kolam Tanjungpinang

–, Tanjungpinang – Jumat, 17 April 2009 lalu di Kampung Kolam, hujan tiba-tiba saja mengguyur Kampung Kolam, Tanjungpinang, empat malam berturut. Umi, salah satu warga Kampung Kolam, hingga pukul setengah duabelas malam, tak kunjung bisa memejamkan mata. Butir-butir air yang memerciki atap seng rumahnya, menciptakan suara berisik yang menyadarkan Umi, bahwa sandal dan sepatu anak-anaknya masih belum ia masukkan.

Segera saja ibu rumahtangga yang rumahnya sebelah menyebelah dengan kolam kebun kangkung itu bangkit. Keluar untuk mengamankan sandal dan sepatu dari deraan hujan. Daun pintu itu ia buka perlahan, sembari membungkuk sandal dan sepatu yang masih berserakan itu pun ia gapai satu persatu. “Waktu mau masuk ke dalam, dan mau menutup pintu, saya lihat ada anak kecil berlari. Jaraknya sekitar lima meter dari saya,” ungkapnya.

Umi jelas terperanjat. Ada yang aneh dan tak masuk akal. Di kepala Umi, malam-malam berhujan kok ada anak kecil yang hanya mengenakan celana pendek dengan kepalanya pun sedikit botak, berlari menembus hujan. Umi memperkirakan usia anak yang dilihatnya antara dua hingga tiga tahun.

“Saya langsung menyapa. Hey, anak siapa malam-malam masih main di luar,” tambah Umi. Bukannya berhenti, sapaan Umi itu justru menambah kencang lari sang bocah itu. “Arahnya ke samping rumah saya, tapi saat saya kejar sudah tidak ada lagi,” ibu tiga anak itu menambahkan.

Begitu si anak hilang dan Umi kembali ke tempat tidurnya, saat itulah ia baru sadar, anak yang baru dilihatnya itu bukan anak tetangga. Umi menerka-nerka, jangan-jangan anak yang baru dilihatnya adalah makhluk halus. Umi teringat dengan kisah-kisah tentang tuyul yang mirip betul dengan ciri-ciri anak yang baru saja dilihatnya. “Kalau dengar-dengar cerita orang dulu-dulu, anak kecil tak pakai baju dan kepalanya botak itu tuyul,” katanya lagi.

Teringat dengan mahluk tersebut, Umi mengaku segera membangunkan suaminya. Namun sang suami tidak mengindahkan. Keesokan harinya, pengalaman itu diceritakannya pada para tetangga. Berikutnya, hebohlan Kampung Kolam.

Meski demikian habis kejadian itu ia dan sejumlah tetangganya mengaku belum ada yang kehilangan uang, namun Umi yakin kalau yang dilihatnya itu benar-benar tuyul. “Tapi tak tahu siapa yang punya. Bisa jadi rumah tuannya tidak di sini, tuyul itu hanya disuruh ke sini saja,” Umi mengira-ngira.

Macam Ragam Jenis Tuyul
Bagi sebagian masyarakat, tuyul dikenal hanya gemar mencuri uang. Namun, lebih santun daripada koruptor, setiap beraksi tuyul hanya mampu mencuri selembar uang. Anggapan ini dibantah oleh Ki Rogo Sejati. Ketua Ikatan Paranormal Nusantara (IPN) itu menjelaskan, ada berbagai macam tuyul berikut fungsi dan kegunaannya.

“Memang ada tuyul yang hanya bisa mengambil selembar uang dari rumah yang ditujunya. Tapi untuk tuyul Kedah, bisa mengambil emas dan perak dari rumah yang menjadi incarannya,” jelas Ki Rogo.

Jenis tuyul sendiri, menurutnya, ada puluhan macam. “Ada tuyul larong, kedah, suket dan lain sebagainya. Mereka punya keahlian masing-masing dan kekuatan yang berbeda,” ujarnya.

Tuyul kedah misalnya. Ki Rogo mengatakan, tuyul jenis ini tidak gampang ditangkap, dan hanya bisa ditangkap dengan menggunakan paku berlapis emas yang telah dibacakan ayat Kursi sebanyak 111 kali dan dibenamkan di tiang pintu. “Atau dengan kepiting hidup yang diikat lalu didekatnya ditaruh botol yang telah diberi jarah. Sehingga saat si tuyul bermain dengan kepiting, dia akan tertarik ke dalam botol tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan tuyul jenis lain, bisa ditangkap atau ditangkal dengan kacang hijau dan merica.
Cara pengumpulan kekayaan dengan pemeliharaan tuyul menurut Ki Rogo, sedikit lebih mudah dibanding persungihan lainnya. “Memang butuh ritual khusus, tapi tak sesulit yang lain, untuk membangunkan tuyul yang bersangkutan cukup menyediakan darah bayi saja,” jelasnya.(mb/one/for/int)

BAGIKAN