Nagoya-Jodoh akan Diberlakukan Parkir Elektronik, Bagaimana Nasib Jukir.?

Batam – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan berencana akan menerapkan parkir elektronik di jalan umum yang berada di seputaran Nagoya-Jodoh. Untuk mewujudkan rencana ini, Walikota Batam telah melakukan pembicaraan dengan provider parkir elektronik. Hasil pertemuan tersebut, pihak Pemko Batam telah meminta pihak perusahaan untuk melakukan survei lokasi mana saja yang bisa diterapkan sistem parkir elektronik tersebut.

“Menurut Pak Walikota uji coba di Nagoya dan Jodoh. Mereka (provider) sudah survei lokasi mana yang pas yang cepat bisa dilaksanakan. Dalam waktu dekat mereka akan presentasi ke Pak Wakil Walikota,” kata Zulhendri, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri.

Sistem parkir elektronik ini, lanjut Zulhendri bertujuan untuk meminimalisir potensi hilang dalam pendapatan daerah. “Sistem elektronik ini untuk meminimalisir potential lost. Karena jukir (juru parkir) tidak melihat uang. Dia hanya melayani,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri, di Batam Centre.
Ternyata perusahaan penyedia jasa parkir elektronik yang mengajukan kerjasama ini adalah perusahaan asing Cale Systems Inc., yang sudah banyak digunakan di berbagai negara. Penerapan kerjasama nantinya bisa dalam bentuk kerjasama pemerintah swasta, atau tender investasi. “Kalau daerah mampu, lelang murni. Kalau tidak mampu, siapkan alat, lelang investasi. Dia siapkan alat, kita siapkan lokasi,” ujarnya.

Menurut Zulhendri, dengan sistem elektronik ini pendapatan asli daerah dari parkir jalan umum bisa meningkat hingga 300 persen. Dan sebelum penerapan sistem elektronik ini, Pemerintah Kota Batam akan terlebih dulu merevisi peraturan daerah tentang pelayanan parkir.

Menanggapi rencana pemerintah ini, Metrobatam.com mencoba meminta tanggapan dari sejumlah Jukir yang beroperasi di daerah Nagoya-Jodoh. Rata-rata semua Jukir menolak keras rencana Pemko Batam tersebut. “Enak aja walikota Rudi itu, ngak memikirkan nasib kami tukang parkir ini. Kemarin kios kaki lima digusur, sekarang tukang parkir pula yang mau diusirnya,”ujar seorang tukang parkir di Komplek Bumi Indah Nagoya.

Lebih lanjut dia mempertanyakan tentang nasib mereka jika parkir elektronik ini nanti diberlakukan. “Terus nasib kami yang sudah punya anak isteri nantinya bagaimana,”katanya bertanya. (am/metrobatam.com/victor lie)

BAGIKAN