Raw Food Diet: Manfaat dan Risikonya

Raw food diet atau yang sering disebut juga denganraw foodism sudah ada sejak tahun 1800-an. Tapi belakangan, fenomena ini marak kembali dengan iming-iming mampu menghasilkan tubuh yang lebih bugar dan ramping.

Benarkah? Well, saat aneka makanan yang Anda asup tak melalui proses masak ataupun olahan pabrik, tentu metabolisme Anda tak lagi memberikan respon sama.

Menurut riset, berbagai keuntungan yang mungkin diraih apabila Anda senantiasa mengkonsumsi makanan dalam bentuk alaminya (buah-buahan dan sayuran segar serta hidangan laut seperti sashimi) ini meliputi hati dan jantung yang lebih sehat, mencegah kanker, mengatasi konstipasi, mengoptimalkan energi, mencerahkan kulit, serta sanggup mempertahankan berat badan ideal.

Raw foodism pun lebih kaya nutrisi daripada gaya hidup vegan karena Anda masih diperbolehkan untuk mengasup produk hewan yang merupakan salah satu sumber utama vitamin B12. Orang yang menjalani diet ini biasanya percaya bahwa proses memasak dapat membuat kandungan enzim penting dalam makanan tersebut tak lagi bisa berfungsi dengan baik.

Namun, bukan berarti all raw food diet tak memiliki sisi yang patut dipertanyakan karena beberapa studi membuktikan bahwa memasak bahan makanan dengan komposisi beta-karoten dan lycopene seperti tomat atau ubi justru akan semakin memaksimalkan penyerapan gizinya.

Sayuran tertentu seperti brokoli, kale, kubis, dan kembang kol juga mengandung senyawagoitrogen yang jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa dikukus atau digoreng berpotensi mengakibatkan penyakit gondok.

Selanjutnya, proses mematangkan makanan pastinya berfungsi membunuh bakteri dan patogen yang hidup dalam telur maupun ikan tertentu. Perlu diingat bahwa pola makan seperti raw foodism tidak disarankan untuk orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif termasuk di antaranya penderita radang usus.

Jika masih berminat untuk menerapkan diet raw food ini, sah-sah saja untuk mengkombinasikannya dengan bahan makanan yang dimasak dengan temperatur rendah (di bawah suhu 37 derajat Celcius) ataupun dengan menggunakan metode slow cookingjadi Anda masih dapat pula menambahkan porsi daging dalam jumlah yang tepat.

 

(Foto: Syda Productions/ShutterStock/Click Photos)

BAGIKAN