Polisi Berhasil Mengungkap Pelaku Penyebar Fitnah di Medsos

Silletnews.com, Sawahlunto – Polres Sawahlunto Gelar Konferensi Perss pada Kamis (18/1/2018) terhadap kasus pencemaran nama baik keluarga Deni Asta selaku pengusaha tambang dan BNN yang diunggah melalui Media Sosial (Medsos).

Awal kronologis kejadian pada tanggal 15 Desember 2017, pelaku dengan Inisial JS dengan menggunakan nama akun samaran di Medsos yaitu Syafrudin Harum (SH) yang menulis status bermuatan fitnah dilinimasanya.

Selain itu juga SH menulis komentar bernuansa fitnah kepada keluarga Deri Asta sebagai Pengusaha Tambang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sawahlunto.

Pada tanggal 19 Desember 2017 BNN melaporkan hal tersebut ke polres Sawahlunto, sementara, Doni Asta yang mewakili keluarga Deri Asta pada tanggal 21 Desember 2017 juga membuat laporan yang sama kepada pihak kepolisian.

Atas laporan, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, pada Senin (15/1/2018) sekitar pukul 02.15 WIB dini hari di Kecamatan Silingkang, Kota Baru Solok atau rumah mertuanya.

Kepada polisi, JS mengakui perbuatannya bahwa itu dilakukan atas inisiatif sendiri lantaran Pilkada dan juga bersedia meminta maaf dengan menggelar konferensi pers Kamis (18/1/2018).

Pelaku yang dijerat dengan UU ITE yang mengatur soal pengurangan durasi hukuman penjara terkait pencemaran nama baik, penghinaan dan sebagainya, dikurangi menjadi dibawah lima tahun.

Dengan demikian, tak ada kewajiban bagi penyidik kepolisian untuk melakukan penahanan karena hukumannya ringan. Jadi, kurungan di balik jeruji bukanlah satu-satunya jalan untuk penyelesaian.

Menurut Kasat Reskrim Ardiansyah Rolindo S.SIK bahwa pelaku mengakui perbuatanya atas kemauan sendiri tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Sementara itu, Kanit II Reserse Ipda Johannes menyampaikan, peranan penting awak Media sangat dibutuhkan, untuk bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar Berhati-hati dalam menggunakan Medsos.

“Berharap tidak terjadi lagi hal seperti ini,” ujar Johannes

Sedangkan pihak pelapor Doni Asta mengatakan, pihak keluarga bersedia memaafkan dengan syarat JS harus berjanji tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Pada prinsipnya kami sudah memaafkan dan bersedia untuk mencabut laporan,” ucap Doni.

Sedangkan dari pihak pengusaha tambang yang diwakili oleh H Jhon Reflita juga sudah memaafkan pelaku dan mengajak agar hubungan tidak sampai disini saja bahkan kita sudah menjadi keluarga pintanya.

Ditempat yang sama Kabag OPS AKP Perial menyatakan, agar pihak pelapor dan terlapor membuat surat kesepakatan perdamaian. Sedangkan JS tampak tertunduk menyesal dan menangis saat meminta maaf kepada keluarga Deri Asta. (Anton)

BAGIKAN