Sebelum Bunuh Diri, Alan Pesan Minta Maaf Kepada Mama dan Papa

–, Batam  –  Seorang pemuda bernama Alan (19, warga Perumahan Meditrania, Batam Cantre nekad bunuh dengan cara terjun dari atas jembatan Nongsa, Senin (13/6), pukul 18.30 WIB. Keputusan Alan menghabisi nyawanya sendiri dipicu gara-gara dia merasa malu kepada keluarga dan teman-temannya.

Kapolsek Nongsa, Safrudin Dalimunte membenarkan telah terjadi peristiwa bunuh diri seorang remaja di Jembatan Nongsa. Menurut Syarudin, aksi nekat korban lantaran merasa malu dengan ulahnya sendiri gara-gara mencuri handphone. Kasus pencurian tersebut ternyata kasus kedua kali yang pernah dia lakukan, dimana sebelumnya korban juga pernah mencuri hp salah satu di kos-kosan milik orang tuanya sendiri.

“Mama memarahi korban setelah permasalahan tersebut. Korban merasa malu dan nekad bunuh diri,” ungkap Kapolsek Nongsa, Safrudin Dalimunte saat ditemui di Polsek Nongsa dini hari.

Setelah melakukan pencarian sejaktadi malam, akhirnya tadi pagi mayat Alan dapat ditemukan oleh pihak Basarnas dengan dibantu warga sekitar.

Lebih lanjut diceritakan kronologis kejadian oleh Syafrudin, pada malam kejadian tersebut Alan meminta abangnya mengantar ke Jembatan Nongsa dengan alasan menemui kawannya yang telah menunggu didekat Pelabuhan Nongsa Pura.

“Bang, ayo kita ke Jembatan Nongsa untuk menemui kawan disana,” tutur Safrudin meniru percakapan korban.

Setelah sampai di jembatan, Alan membuka baju switernya dan langsung terjun kedalam sungai. Abangnya kaget karena tiba-tiba saja alan nekad melompat terjun, padahal dia tidakbisa berenang. Sebelum terjun, Alan sempat berpesan  kepada abangnya untuk menyampaikan permintaan maafnya kepada kedua orang tuanya. “Tolong sampaikan maaf untuk mama dan papa,”katanya. (mb/parlin).

 

 

BAGIKAN