Tak Lazim, Memperkosa Pria, Tiga Wanita Kakak Beradik Ditangkap Polisi

–, Bulawayo – Kasus pemerkosaan terhadap pria terjadi di Zimbabwe, Afrika Selatan. Tiga kakak beradik bernama Rosemary Chakwizira (24), Sophie Nhokwara (26) dan Netsai Nhokwara (24) ditangkap polisi lantaran memperkosa puluhan pria.

Ketiga perempuan itu menjalankan aksinya dari tahun 2010 hingga 2011. Alhasil, mereka berhasil mengumpulkan 33 kondom berisi sperma dari 17 pria.

Aksi terakhir kakak beradik itu terjadi di Kota Bulawayo, wilayah barat daya Zimbabwe. Dari hasil pemeriksaan, diketahui modus para wanita ini untuk menjerat korbannya. Dengan mengendarai mobil Toyota Cresta warna putih, ketiga wanita itu menawari tumpangan terhadap seorang pria.

Si pria yang identitasnya dirahasiakan itu naik. D perjalanan korban mulai curiga karena dibawa ke daerah asing. Kemudian, ketiga perempuan itu memberhentikan mobilnya di sebuah pedesaan.

Salah satu pelaku mengeluarkan senjata. Di bawah todongan senjata itulah, pemuda itu diperkosa bergantian oleh ketiga perempuan. Setelah sperma korban diambil, korban diturunkan dari mobil.

“Sejumlah sekte di masyarakat menggunakan sperma untuk tujuan ritual tertentu. Mereka berpikir sperma bisa menghilangkan nasib buruk.” ujar Profesor Sosiologi di Universitas Zimbabwe, Watch Ruparanganda.

Tidak hanya di Zimbabwe, kasus pemerkosaan terhadap pria juga terjadi di Toronto, Kanada. Seperti dilansir laman policymic.com, pada 30 Maret 2014 silam, seorang pria berumur 19 tahun diperkosa.

Dalam laporannya dia mengatakan, empat perempuan menyerangnya secara brutal. Peristiwa ini berawal saat si pria sendirian di sebuah klub malam. Perempuan itu kemudian menawarkan tumpangan untuk pulang. Si pria itu mengiyakan ajakan wanita. Namun, saat menuju ke parkiran mobil, dia dianiaya sembari diperkosa.

Setelah menyalurkan nafsu bejatnya, wanita itu mengantar si pria ke lokasi agak jauh dari tempat semula lalu menyuruhnya keluar dari mobil.

Dalam catatan data statistik di Kanada ada sekitar 10 persen kasus di mana pria jadi korban penganiayaan seksual.

(Mb)

BAGIKAN